Kain Tenun Sikka berasal dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Tenun ini merupakan warisan budaya yang dibuat dengan teknik ikat celup secara turun-temurun. Motifnya bersifat geometris dan simbolik, mencerminkan nilai sosial, adat, dan filosofi masyarakat setempat. Awalnya digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan upacara adat, kini Tenun Sikka juga berperan sebagai identitas budaya, pakaian resmi, dan produk seni yang diminati secara luas.
Melambangkan perjalanan hidup manusia dan alam semesta.
Simbol keindahan dan kesuburan tanah Flores.
Mewakili hubungan masyarakat Sikka dengan laut.
Perempuan Sikka memiliki peran penting dalam keluarga dan budaya. Mereka bertanggung jawab dalam mengurus rumah tangga, mendidik anak, dan melestarikan tradisi, termasuk tenun ikat Sikka yang diwariskan turun-temurun. Selain itu, perempuan juga aktif dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan komunitas adat, menjadi penjaga nilai budaya sekaligus penggerak kesejahteraan keluarga.
Pelestarian budaya adalah upaya menjaga, mempertahankan, dan meneruskan nilai, tradisi, seni, dan kebiasaan suatu masyarakat agar tidak hilang oleh perkembangan zaman. Kegiatan ini meliputi pendidikan, dokumentasi, pengembangan seni tradisional, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang.